Perjalanan manusia diawali ketika mereka keluar dari "gua garbaning" ibu. Dengan tangisan yang keras mereka berusaha berkomunikasi dengan lingkungan. Karena tidak tahu apa-apa atau kaget akan hingar bingar dunianya yang baru, yang sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari dunia sebelumnya yang jadi tempat tinggal mereka selama kurang lebih 9 bulan 10 hari.
Seiring dengan berjalannya waktu mereka hidup dialam yang bernama dunia dengan bimbingan lingkungain yang akan membentuk sifat, karakter maupun kemampuannya. Lingkungan dapat berasal dari keluarga, teman, orang sekitar, situasi bahkan bisa berasal dari makhluk hidup lain selain manusia yang berada di dunia ini.
Baik buruknya manusia, berhasil tidaknya manusia dalam menjalani hidupnya tergantung bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Tidak semata-mata apa yang terjadi terhadap mereka kemauan sendiri.
Berbagai peran mereka didunia merupakan keaneka ragaman kehidupan yang dialami atau menjadi tujuan sebelum mereka kembali ke alam yang menjadi tempat tinggal mereka di dunia. Salah satu tujuan yang kebanyakan dikejar oleh manusia adalah bagaimana mereka bisa hidup (tetap bernafas) sampai waktu jiwa dan raga berpisah.
Namun dari beberapa uraian diatas, sebetulnya kehidupan yang sebenarnya bukanlah diawali dari saat manusia lahir ke dunia, akan tetapi kehidupan yang harus dijalani setelah manusia meninggalkan dunia. Kehidupan setelah jiwa terpisah dari raga tidak seperti saat di dunia yang dapat dicapai pada saat itu, tergantung bagaimana manusia itu berusaha untuk mencapainya. Akan tetapi kebahagiaan yang akan dicapai merupakan hasil dari bagaimana manusia menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan atau penderitaan itu akan berlangsung lama alias abadi tidak seperti kebahagiaan atau penderitaan saat di dunia yang berlangsung kurang dari 100 tahun. Maka dari itu kehidupan mana yang menjadi tujuan manusia?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar