Kamis, 20 Desember 2012

MENGOBATI PTERIGIUM SECARA ALAMI


  Pterigium adalah munculnya suatu timbunan atau selaput pada mata yang bentuknya seperti segitiga dengan puncak berada di arah kornea mata. Pterigium oleh sebagian orang dikenal sebagai “daging tumbuh” di selaput bening mata, bahkan dahulu sering disalah artikan sebagai katarak, sebenarnya apa pterigium itu?

Pterigium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskuler konjungtiva dan subkonjungtiva bulbi yang meluas ke kornea. Kelainan ini banyak ditemukan pada penduduk yang hidup di daerah tropis, seperti Indonesia yang udaranya dominan panas.

Penyebab pterigium sendiri belum diketahui secara pasti tapi diduga karena factor iritasi dari luar seperti : sinar matahari, panas, debu dan angina. Karena itu untuk mencegah timbulnya pterigium dapat dilakukan dengan cara menghindari paparan sinar matahari (ultraviolet) dengan memakai kacamata hitam, topi atau payung.

Pterigium berdasarkan pertumbuhannya dibagi menjadi 4 stadium, yaitu:
  • Stadium 1 = puncak pterigium pada limbus
  • Stadium 2 = puncak pterigium mengenai kornea antara limbus dan pertengahan jarak limbus ke tepi pupil.
  • Stadium 3 = puncak pterigium mengenal kornea antara pertengahan jarak limbus ke tepi pupil dan tepi pupil.
  • Stadium 4 = puncak pterigium telah melewati tepi pupil
Pterigium jarang sampai menyebabkan kebutaan, kecuali selaput "daging tumbuh" di mata meluas hingga menutupi seluruh area mata. Namun biasanya keluhan iritasi dan mata menjadi terlihat menjijikkan sering menjadi alasan pasien untuk datang berobat.

Keluhan yang sering terjadi pada penderita pterigium adalah mata sering merah, penglihatan menjadi kabur dan sangat terasa sakit saat kena debu. Secara medis, untuk mengatasi pterigium umumnya menggunakan obat tetes mata atau obat minum yang mengandung antiinflamasi. Namun bila pterigium tersebut cukup besar dan sangat mengganggu penglihatan, dapat dilakukan operasi.

Bagi Anda yang tidak ingin dioperasi, kami punya solusinya, yaitu dengan Obat Terapi Mata Alami. Pterigium terutama berkaitan dengan reaksi-reaksi inflamasi yang seringkali dibarengi dengan infeksi. Karena itu, tetes mata herbal (Obat Terapi Mata Alami) yang memiliki kandungan zat antiinflamasi dan antimikroba dapat mengobati pterigium secara efektif. Jika Anda menggunakan Obat Terapi Mata Alami untuk mengatasi pterigium, sebaiknya tetes mata yang diberikan dokter tidak Anda pakai. Tujuannya agar tidak terjadi reaksi yang berlawanan, karena bisa jadi cara kerja obat yang diberikan dokter bertolak belakang dengan cara kerja tetes mata herbal yang kami berikan.

Pengobatan pterigium berlangsung selama 1 minggu sampai 2 bulan tergantung seberapa parah pterigium yang diderita pasien. Kami menyarankan pasien supaya memeriksakan matanya ke dokter mata setelah 3 minggu menggunakan Obat Terapi Mata Alami untuk mengetahui apakah ada perbaikan atau pengurangan gejala. Setelah dilakukan pengobatan selama 2 bulan, bila pterigiumnya sudah bersih, pengobatan dapat dihentikan. Namun bila belum bersih, pengobatan harus dilanjutkan hingga bersih supaya pterigium tidak muncul kembali.


Kamis, 13 Desember 2012

( SEHAT ) ANTIBIOTIK MEDIS IS DEATH, MADU DIANTARA ANTIBIOTIK MASA DEPAN

Makin banyak bakteri yang menjadi kebal (resisten) karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Ilmuwan pun kini berpaling ke pengobatan tradisional seperti teh dan madu. Akankah kombinasi teh dan madu ini akan menggantikan antibiotik di masa depan? Semakin banyak obat yang digunakan, semakin besar kemungkinan setiap bakteri membangun resistensi dan menjadi kuman super, menyebabkan kondisi yang disebut para pakar 'perlombaan senjata'.

Ini menimbulkan kekhawatiran dan momok bagi dunia kedokteran yang takut kembalinya revolusi obat antibiotik pada tahun 1940-an.

"Saya benci mengatakan kita kembali ke masa pra-antibiotik, ketika mengobati penyakit serius itu sangat masalah," jelas Professor Les Baillie dari Cardiff University, kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/12/2012).

Dia mengatakan dalam strategi Inggris sedang dilakukan cara untuk memperlambat masalah dengan mengendalikan penggunaan antibiotik, sehingga selalu ada 'suatu cadangan'.

Prof Baillie kini tengah memimpin sebuah tim untuk mencari apakah pengobatan kuno, seperti teh dan madu, bisa menjadi cara berikutnya untuk mengatasi kuman-kuman super.

Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membunuh mikro-organisme.

Para ilmuwan dari tim Prof Baillie telah melihat teh sebagai sumber obat untuk mengobati clostridium difficile, yakni bakteri yang bertanggung jawab setidaknya pada 2.000 kematian dan lebih dari 24.000 infeksi tahun lalu.

"Ada kekhawatiran nyata tentang masa depan kedokteran pada masa pasca-antibiotik," papar Rhidian Morgan-Jones, seorang ahli bedah Cardiff University.
( SEHAT ) ANTIBIOTIK MEDIS  IS DEATH, MADU DIANTARA ANTIBIOTIK MASA DEPAN - Makin banyak bakteri yang menjadi kebal (resisten) karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Ilmuwan pun kini berpaling ke pengobatan tradisional seperti teh dan madu. Akankah kombinasi teh dan madu ini akan menggantikan antibiotik di masa depan? Semakin banyak obat yang digunakan, semakin besar kemungkinan setiap bakteri membangun resistensi dan menjadi kuman super, menyebabkan kondisi yang disebut para pakar 'perlombaan senjata'.

Ini menimbulkan kekhawatiran dan momok bagi dunia kedokteran yang takut kembalinya revolusi obat antibiotik pada tahun 1940-an.

"Saya benci mengatakan kita kembali ke masa pra-antibiotik, ketika mengobati penyakit serius itu sangat masalah," jelas Professor Les Baillie dari Cardiff University, kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/12/2012).

Dia mengatakan dalam strategi Inggris sedang dilakukan cara untuk memperlambat masalah dengan mengendalikan penggunaan antibiotik, sehingga selalu ada 'suatu cadangan'.

Prof Baillie kini tengah memimpin sebuah tim untuk mencari apakah pengobatan kuno, seperti teh dan madu, bisa menjadi cara berikutnya untuk mengatasi kuman-kuman super.

Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membunuh mikro-organisme.

Para ilmuwan dari tim Prof Baillie telah melihat teh sebagai sumber obat untuk mengobati clostridium difficile, yakni bakteri yang bertanggung jawab setidaknya pada 2.000 kematian dan lebih dari 24.000 infeksi tahun lalu.

"Ada kekhawatiran nyata tentang masa depan kedokteran pada masa pasca-antibiotik," papar Rhidian Morgan-Jones, seorang ahli bedah Cardiff University.

Disalin dari :
http://health.detik.com/read/2012/12/13/185503/2118040/763/teh-dan-madu-akan-jadi-antibiotik-masa-depan

Rabu, 12 Desember 2012

Kehidupan Manusia


Perjalanan manusia diawali ketika mereka keluar dari "gua garbaning" ibu. Dengan tangisan yang keras mereka berusaha berkomunikasi dengan lingkungan. Karena tidak tahu apa-apa atau kaget akan hingar bingar dunianya yang baru, yang sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari dunia sebelumnya yang jadi tempat tinggal mereka selama kurang lebih 9 bulan 10 hari.

Seiring dengan berjalannya waktu mereka hidup dialam yang bernama dunia dengan bimbingan lingkungain yang akan membentuk sifat, karakter maupun kemampuannya. Lingkungan dapat berasal dari keluarga, teman, orang sekitar, situasi bahkan bisa berasal dari makhluk hidup lain selain manusia yang berada di dunia ini.

Baik buruknya manusia, berhasil tidaknya manusia dalam menjalani hidupnya tergantung bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Tidak semata-mata apa yang terjadi terhadap mereka kemauan sendiri.

Berbagai peran mereka didunia merupakan keaneka ragaman kehidupan yang dialami atau menjadi tujuan sebelum mereka kembali ke alam yang menjadi tempat tinggal mereka di dunia. Salah satu tujuan yang kebanyakan dikejar oleh manusia adalah bagaimana mereka bisa hidup (tetap bernafas) sampai waktu jiwa dan raga berpisah.

Namun dari beberapa uraian diatas, sebetulnya kehidupan yang sebenarnya bukanlah diawali dari saat manusia lahir ke dunia, akan tetapi kehidupan yang harus dijalani setelah manusia meninggalkan dunia. Kehidupan setelah jiwa terpisah dari raga tidak seperti saat di dunia yang dapat dicapai pada saat itu, tergantung bagaimana manusia itu berusaha untuk mencapainya. Akan tetapi kebahagiaan yang akan dicapai merupakan hasil dari bagaimana manusia menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan atau penderitaan itu akan berlangsung lama alias abadi tidak seperti kebahagiaan atau penderitaan saat di dunia yang berlangsung kurang dari 100 tahun. Maka dari itu kehidupan mana yang menjadi tujuan manusia?