| ||
KEHIDUPAN TANPA BATAS
Kamis, 20 Desember 2012
MENGOBATI PTERIGIUM SECARA ALAMI
Kamis, 13 Desember 2012
( SEHAT ) ANTIBIOTIK MEDIS IS DEATH, MADU DIANTARA ANTIBIOTIK MASA DEPAN
Makin banyak bakteri yang menjadi kebal (resisten) karena penggunaan
antibiotik yang berlebihan. Ilmuwan pun kini berpaling ke pengobatan
tradisional seperti teh dan madu. Akankah kombinasi teh dan madu ini
akan menggantikan antibiotik di masa depan? Semakin banyak obat yang
digunakan, semakin besar kemungkinan setiap bakteri membangun resistensi
dan menjadi kuman super, menyebabkan kondisi yang disebut para pakar
'perlombaan senjata'.
Ini menimbulkan kekhawatiran dan momok bagi dunia kedokteran yang takut kembalinya revolusi obat antibiotik pada tahun 1940-an.
"Saya benci mengatakan kita kembali ke masa pra-antibiotik, ketika
mengobati penyakit serius itu sangat masalah," jelas Professor Les
Baillie dari Cardiff University, kepada BBC, seperti dilansir Telegraph,
Kamis (13/12/2012).
Dia
mengatakan dalam strategi Inggris sedang dilakukan cara untuk
memperlambat masalah dengan mengendalikan penggunaan antibiotik,
sehingga selalu ada 'suatu cadangan'.
Prof Baillie kini tengah
memimpin sebuah tim untuk mencari apakah pengobatan kuno, seperti teh
dan madu, bisa menjadi cara berikutnya untuk mengatasi kuman-kuman
super.
Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membunuh mikro-organisme.
Para ilmuwan dari tim Prof Baillie telah melihat teh sebagai sumber
obat untuk mengobati clostridium difficile, yakni bakteri yang
bertanggung jawab setidaknya pada 2.000 kematian dan lebih dari 24.000
infeksi tahun lalu.
"Ada kekhawatiran nyata tentang masa depan
kedokteran pada masa pasca-antibiotik," papar Rhidian Morgan-Jones,
seorang ahli bedah Cardiff University.
Makin banyak bakteri yang menjadi kebal (resisten) karena penggunaan
antibiotik yang berlebihan. Ilmuwan pun kini berpaling ke pengobatan
tradisional seperti teh dan madu. Akankah kombinasi teh dan madu ini
akan menggantikan antibiotik di masa depan? Semakin banyak obat yang
digunakan, semakin besar kemungkinan setiap bakteri membangun resistensi
dan menjadi kuman super, menyebabkan kondisi yang disebut para pakar
'perlombaan senjata'.
Ini menimbulkan kekhawatiran dan momok bagi dunia kedokteran yang takut kembalinya revolusi obat antibiotik pada tahun 1940-an.
"Saya benci mengatakan kita kembali ke masa pra-antibiotik, ketika mengobati penyakit serius itu sangat masalah," jelas Professor Les Baillie dari Cardiff University, kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/12/2012).
Dia mengatakan dalam strategi Inggris sedang dilakukan cara untuk memperlambat masalah dengan mengendalikan penggunaan antibiotik, sehingga selalu ada 'suatu cadangan'.
Prof Baillie kini tengah memimpin sebuah tim untuk mencari apakah pengobatan kuno, seperti teh dan madu, bisa menjadi cara berikutnya untuk mengatasi kuman-kuman super.
Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membunuh mikro-organisme.
Para ilmuwan dari tim Prof Baillie telah melihat teh sebagai sumber obat untuk mengobati clostridium difficile, yakni bakteri yang bertanggung jawab setidaknya pada 2.000 kematian dan lebih dari 24.000 infeksi tahun lalu.
"Ada kekhawatiran nyata tentang masa depan kedokteran pada masa pasca-antibiotik," papar Rhidian Morgan-Jones, seorang ahli bedah Cardiff University.
Ini menimbulkan kekhawatiran dan momok bagi dunia kedokteran yang takut kembalinya revolusi obat antibiotik pada tahun 1940-an.
"Saya benci mengatakan kita kembali ke masa pra-antibiotik, ketika mengobati penyakit serius itu sangat masalah," jelas Professor Les Baillie dari Cardiff University, kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/12/2012).
Dia mengatakan dalam strategi Inggris sedang dilakukan cara untuk memperlambat masalah dengan mengendalikan penggunaan antibiotik, sehingga selalu ada 'suatu cadangan'.
Prof Baillie kini tengah memimpin sebuah tim untuk mencari apakah pengobatan kuno, seperti teh dan madu, bisa menjadi cara berikutnya untuk mengatasi kuman-kuman super.
Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membunuh mikro-organisme.
Para ilmuwan dari tim Prof Baillie telah melihat teh sebagai sumber obat untuk mengobati clostridium difficile, yakni bakteri yang bertanggung jawab setidaknya pada 2.000 kematian dan lebih dari 24.000 infeksi tahun lalu.
"Ada kekhawatiran nyata tentang masa depan kedokteran pada masa pasca-antibiotik," papar Rhidian Morgan-Jones, seorang ahli bedah Cardiff University.
Rabu, 12 Desember 2012
Kehidupan Manusia
Perjalanan manusia diawali ketika mereka keluar dari "gua garbaning" ibu. Dengan tangisan yang keras mereka berusaha berkomunikasi dengan lingkungan. Karena tidak tahu apa-apa atau kaget akan hingar bingar dunianya yang baru, yang sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari dunia sebelumnya yang jadi tempat tinggal mereka selama kurang lebih 9 bulan 10 hari.
Seiring dengan berjalannya waktu mereka hidup dialam yang bernama dunia dengan bimbingan lingkungain yang akan membentuk sifat, karakter maupun kemampuannya. Lingkungan dapat berasal dari keluarga, teman, orang sekitar, situasi bahkan bisa berasal dari makhluk hidup lain selain manusia yang berada di dunia ini.
Baik buruknya manusia, berhasil tidaknya manusia dalam menjalani hidupnya tergantung bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Tidak semata-mata apa yang terjadi terhadap mereka kemauan sendiri.
Berbagai peran mereka didunia merupakan keaneka ragaman kehidupan yang dialami atau menjadi tujuan sebelum mereka kembali ke alam yang menjadi tempat tinggal mereka di dunia. Salah satu tujuan yang kebanyakan dikejar oleh manusia adalah bagaimana mereka bisa hidup (tetap bernafas) sampai waktu jiwa dan raga berpisah.
Namun dari beberapa uraian diatas, sebetulnya kehidupan yang sebenarnya bukanlah diawali dari saat manusia lahir ke dunia, akan tetapi kehidupan yang harus dijalani setelah manusia meninggalkan dunia. Kehidupan setelah jiwa terpisah dari raga tidak seperti saat di dunia yang dapat dicapai pada saat itu, tergantung bagaimana manusia itu berusaha untuk mencapainya. Akan tetapi kebahagiaan yang akan dicapai merupakan hasil dari bagaimana manusia menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan atau penderitaan itu akan berlangsung lama alias abadi tidak seperti kebahagiaan atau penderitaan saat di dunia yang berlangsung kurang dari 100 tahun. Maka dari itu kehidupan mana yang menjadi tujuan manusia?
Langganan:
Komentar (Atom)